Bisnis Digital: Langkah Awal Membangun Konten YouTube

Di era teknologi maju saat ini, peluang bisnis digital patut di pertimbangkan bagi Anda. Karena saat ini hampir sebagian besar masyarakat sudah beralih ke internet atau sudah melek teknologi. Nah, ada banyak peluang dalam bisnis digital, salah satunya konten YouTube. Tak sedikit orang yang memiliki penghasilan luar biasa dari YouTube.

Sebut saja Artis kekinian Raffi Ahmad dengan bisnis digital YouTube RANS Entertaiment. Berdasarkan data dari Social Blade, kanal YouTube Raffi Ahmad menempati posisi ke-4 di Indonesia dan ranking 64 di bidang entertainment. Sedangkan di dunia, RANS Entertaiment berada di peringkat 830.

Kanal RANS Entertaiment disebut-sebut memiliki penghasilan perbulan USD21 ribu hingga USD 347 ribu atau sekitar Rp 303 juta sampai Rp 4,8 miliar. Kalau di jumlah per tahun, maka Raffi Ahmad meraup USD 260,5 ribu hingga USD 4,2 juta atau setara dengan Rp 3,6 miliar hingga Rp 58 miliar. Sungguh jumlah yang fantastis.

Langkah Membuat Konten Youtube

Nah, kondisi ini yang membuat YouTube menjadi bisnis digital menjanjikan. Lalu, bagaimana langkah awal dalam membuat konten YouTube bagi pemula? Kita akan beritahukan informasinya berdasarkan berbagai sumber.

  1. Menentukan Tujuan Konten YouTube

Langkah awal membuat konten YouTube adalah menentukan tujuannya. Apakah untuk berkomunikasi dengan audience (engagement)? Meningkatkan brand awareness atau meningkatkan penjualan? Kalau sudah tahu tujuannya, Anda bisa lebih gampang untuk membuat konten YouTube. Mulai dari, riset, konsep, editing, hingga mempromosikannya.

Nah, dalam mencapai tujuan, pastikan Anda tetap memperhatikan target audiens, ya. Alasannya, target audiens akan mempengaruhi banyak hal, seperti konsep video, bahasa yang digunakan dan lainnya.

  1. Riset dan Rencanakan Pembuatan Video

Jika ingin membuat konten YouTube yang keren, Anda wajib melakukan riset. Bisa dengan mempelajari trend konten, riset kata kunci, hingga kepoin kompetitor. Agar lebih mudah, gunakanlah tools untuk melakukan riset tersebut. Misalnya, gunakanlah Uber Suggest untuk riset kata kunci dan Google Trends untuk tahu topik yang populer beberapa waktu terakhir.

Sedangkan, saat melakukan riset kompetitor, perhatikan bagaimana mereka menggunakan konten video untuk strategi marketingnya. Apakah jenis kontennya tutorial, testimonial, atau lainnya.

Cari tahu juga ya mengapa mereka pakai konten tersebut: apakah engagementnya tinggi atau penjualan mereka meningkat? Nah, kalau hasilnya bagus, Anda tinggal melakukan ATM (amati, tiru modifikasi) dengan hasil lebih baik.

Selanjutnya, Anda bisa mulai garap konsep konten dengan storyboard, yaitu outline gambar dari video yang akan dibuat. Dengan storyboard, Anda jadi tahu gambaran setiap adegan dalam video sehingga proses pembuatan video bisa lebih cepat dan tepat.

  1. Edit Video

Setelah pengambilan gambar dilakukan sesuai storyboard, saatnya mengedit video. Lengkapi video Anda dengan berbagai elemen. Misalnya, teks berupa alamat website atau media sosial, suara moderator untuk mengantar cerita, backsound musik yang mendukung, dan lainnya.

Saat ini, sudah banyak kok aplikasi edit video yang bisa membantu proses editing video lebih mudah. Mulai dari aplikasi offline di desktop sampai yang online, baik untuk pemula atau expert. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Ingin lebih mudah lagi? Pakai template video saja. Sudah banyak kok website yang menyediakan secara gratis. Misalnya, Biteable, Velosofy, dan Canva. Menggunakan template, Anda bisa membuat intro, outro atau audio visualizer dengan lebih praktis.

  1. Upload dan Optimasi SEO YouTube

Kalau konten sudah jadi, waktunya upload konten video. Namun sebelumnya, pastikan Anda juga melakukan upaya optimasi SEO YouTube.

Upload dan Optimasi SEO YouTube
Salah satu optimasi yang bisa dilakukan adalah menyisipkan kata kunci yang tepat pada beberapa tempat. Misalnya, di deskripsi, pada judul, dan tag konten YouTube.

Penerapan SEO YouTube
Kalau menerapkan SEO, video bisa muncul paling atas di halaman pencarian YouTube lho. Otomatis jadi mudah ditemukan dan banyak yang menonton, kan?

Jadi, jika tujuan konten Anda adalah meningkatkan brand awareness, akan sangat terbantu dengan optimasi itu. Untuk memastikannya, Anda bisa memanfaatkan YouTube Analytics agar tahu performa video tersebut.

  1. Promosikan Konten YouTube Anda
    Konten yang sudah diupload ke YouTube jangan dicuekin, ya. Apalagi kalau jumlah viewersnya masih jalan di tempat alias tak ada perubahan. Artinya, Anda perlu promosi.

Bayangkan saja, saat ini ada lebih dari 37 juta channel YouTube yang bisa merebut hati audiens Anda. Kalau tak dipromosikan, selesai deh. Bisa-bisa konten Anda makin tenggelam di lautan konten lainnya. Tapi tenang. Ada banyak cara mempromosikan video YouTube kok. Mulai dari menggunakan promosi gratis dari YouTube, membuat playlist, mempromosikan ke media sosial, hingga mengiklankan video tersebut.

Dengan mempromosikannya, viewer dan subscriber channel YouTube Anda bisa makin banyak.Selain harga wifi, pemilihan promosi hingga penggunaan perangkat lunak juga perlu menjadi pertimbangan.

Penutupan

Nah, demikian penjelasan mengenai bisnis digital konten YouTube dan untuk kamu yang ingin membuka bisnis digital, jangan lupa pasang internet yang mumpuni. Cyberlink Networks hadir dengan Layanan Cyberlink High Speed Internet. Layanan ini tidak hanya memberikan koneksi internet cepat dan stabil, tetapi juga di dukung oleh Customer Support responsif yang selalu siap membantu mengatasi permasalahan koneksi internet Anda.

Selain itu, demi menunjang aktivitas bisnis pelanggan, kami memberikan jaminan konektivitas hingga 99% uptime. Dengan di dukung oleh 3 link backbone yang terhubung dalam data center, Cyberlink menjamin koneksi internet di perusahaan Anda akan menjadi lebih cepat dan stabil. Apabila koneksi internet Anda tidak mencapai SLA 99% uptime setiap bulannya, Anda akan mendapat potongan biaya berlangganan internet.

Menu
Open chat
1
Cyberlink Networks
Hallo
Ada yang bisa saya bantu?